Tentang Pro-U Media

My photo
Kami sebuah penerbit buku-buku islami yang insya Allah terus berupaya menggugah dan menginspirasi hidup Anda. Terus mencerahkan dan mencerdaskan umat dan bangsa. Berdiri pada 2003 di Yogyakarta, sebagai wadah para aktivis masjid dn kampus. Pro-U Media berdiri dengan mengedepankan gagasan; bukan nama besar penulis. Penulis-penulis yang bergabung ke Pro-U mayoritas memulai dari nol.

Monday, July 27, 2009

LELAKI PENGGENGGAM KAIRO


Lelaki itu dikenal sebagai tukang servis arloji. Syekh Sâ’atî—begitu ia dipanggil—merupakan sosok alim penuh kasih sayang pada putra-putrinya. Ia menghabiskan hampir 40 tahun usianya untuk mengerjakan kitab al-Fath al-Rabbânî—sebuah kitab pensyarah Musnad Imam Ahmad, yang ulama sekaliber Ibnu Katsîr sekalipun belum berhasil melakukannya!

Syekh Ahmad Abdurrahman al-Banna, nama lengkap lelaki gigih itu. Dalam keterbatasan ekonomi, ia tetap menulis dan menulis serta menerbitkan karya prestisius itu. Kealimannya memang tidak seterkenal para ulama Al-Azhar, namun dialah yang menjembatani polemik Syaikh Rasyid Ridha dengan seorang ulama Al-Azhar. Kealimannya memang tidak untuk disebarluaskan, tapi dialah yang berandil atas kelahiran hingga pembentukan karakter putra sulungnya: Hasan al-Banna—pejuang dakwah yang namanya tetap harum hingga hari ini.

Kedekatan ayah dan anak itu tidak sekadar dalam hubungan genetis, tapi juga ideologis. Syekh Sâ’atî juga pendukung dan bagian dari gerakan yang dibentuk putranya: al-Ikhwân al-Muslimûn. Maka, sebuah perasaan kehilangan nan mengharu-biru yang amat sangat, manakala Ahmad memboyong jenazah putranya itu setelah Hasan dibunuh oleh musuh-musuh dakwah.

Seberapa dekat hubungan ayah dan anak itu? Apa motif sebenarnya dari Syekh Sâ’atî dalam menerbitkan al-Fath al-Rabbânî, padahal biaya yang harus dikeluarkan dari sakunya sendiri amatlah besar? Benarkah Kerajaan Arab Saudi (dikenal bermazhab Hanbali) pernah membeli dalam jumlah besar kitab syarah Musnad Imam Ahmad yang ditulis ayahanda Hasan al-Banna? Tapi, mengapa para dai yang mengaku pengikut mazhab Kerajaan Arab Saudi justru di kemudian hari mengecam gerakan dakwah Hasan al-Banna, padahal ayahanda Hasan sendiri tidak pernah menyesat-sesatkan putranya?

Judul : Lelaki Penggenggam Kairo
Penulis : Ahmad Jamaluddin
Harga : Rp. 30.000,-

1 Komentar:

Zulfahmi said...

Imam hambali tidak pernah mengajarkan memberontak pada khilafah, membuat negara dg sistem monarki/tiran, mensesatkan kelompok lain, dan tidak berhukum pada hukum Allah. Jadi mazhab apakah yg dianut arab saudi?

Post a Comment

Silakan tebarkan pesan memesonamu di sini ya...