Tentang Pro-U Media

My photo
Kami sebuah penerbit buku-buku islami yang insya Allah terus berupaya menggugah dan menginspirasi hidup Anda. Terus mencerahkan dan mencerdaskan umat dan bangsa. Berdiri pada 2003 di Yogyakarta, sebagai wadah para aktivis masjid dn kampus. Pro-U Media berdiri dengan mengedepankan gagasan; bukan nama besar penulis. Penulis-penulis yang bergabung ke Pro-U mayoritas memulai dari nol.

Monday, December 07, 2009

Saat Berharga Untuk Anak Kita


Cair, mengalir dan akrab.
Ditulis dengan gaya khas Fauzil Adhim yang renyah dan lincah, buku ini bukan hanya sekedar menyajikan cara praktis mengasuh anak, lebih dari itu kaya dengan sentuhan hikmah. Ada renungan yang mencerahkan, ada saran yang mudah dicerna, dan ada pemaparan yang menggugah. Pengalaman Fauzil Adhim memberi konsultasi kepada para orangtua membuat kita menemukan banyak sekali contoh aktual yang nyata terjadi dan boleh jadi sering kita lakukan.


Melalui buku ini kita akan diajak untuk bisa berada di titik jernih sebagai orangtua. Kejernihan emosi inilah yang akan sangat membantu kita untuk mampu bersikap tepat terhadap anak dan menjadikan masa kecil mereka bahagia dan bermakna.



Buku ini menekankan betul bagaimana menjadikan masa kecil anak-anak kita sebagai saat paling berharga untuk membangun kedekatan emosi, menciptakan pola komunikasi antara orangtua dan anak sebagai saluran untuk mengisi ruang jiwa mereka, juga tentang pentingnya menata niat kita dalam mendidik anak. Sebab semuanya  bermula dari niat. Melalui buku ini, Fauzil juga mengajak kita untuk lebih jernih melihat masa depan anak. Sesungguhnya, anak-anak kita dilahirkan untuk zaman yang akan datang. Karenanya, mereka harus kita beri bekal yang tepat. Mereka juga harus memiliki jiwa yang kuat.

Judul: Saat Berharga Untuk Anak Kita
Penulis: Mohammad Fauzil Adhim
Harga: Rp. 36.000,-

4 Komentar:

Vitha said...

jadi penasaran sama nih buku :)

Vitha said...

penasaran jadinya sama nih buku :)

Ma'ruf, S.Psi said...

sekarang pak faudzil semakin luar biasa dalam tulis menulis, padahal dulu hanyalah seorang faudzil yang miskin. semoga aku bisa menirunya.
selamat ustadz.

Anonymous said...

MISKIN HARTA NAMUN KAYA AKHLAK DAN IDEA. SUNGGUH LUAR BIASA.

Post a Comment

Silakan tebarkan pesan memesonamu di sini ya...